Feeds:
Posts
Comments

Syaiful jamil dan dewi persik lagi-lagi bikin heboh kancah pergosipan masyarakat. Gimana ngak pasangan yang terlihat serasi di hadapan kamera ini…lagi-lagi masuk ke dalam ruang sidang pengadilan agama yang sama dengan tahun 2006 yang lalu (sekarang udah 2008). Alasannya dewi tidak patuh dengan kemauan suaminya. Suaminya menginginkan sang istri memakai jilbab tapi Dewi yang karirnya lagi boooming, yang gak mau dong. Kalau dia pakai jilbab, mana ada yang mau ngasih job lagi. Masak cocok wanita pake jilbab, tapi goyangannya erotis, sexy…ndak mungkin la yau….Kalau kita mau bijak dan mengambil hikmah dari kejadian tersebut, mungkin hikmahnya seperti ini.

Pernikahan itu ibarat mengarungi perahu layar di tengah hamparan laut luas…kadang-kadang tenang, kadang-kadang berombak dan berangin, kadang-kadang ada perahu lain yang ingin mampir.Yang pasti bagi orang islam.Menikah itu merupakan sunnah nabi Muhammad SAW. Jadi, nikah itu harus. Pernikahan itu memang fitrahnya manusia. kebutuhan hidup manusia karena manusia merupakan makhluk sosial, harus hidup dengan orang lain. Kalau tidak ada pernikahan, bisa-bisa kita semua kena HIV. Pernikahan dalam Islam berguna untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan kotor dan keji yang telah menurunkan martabat manusia yang luhur. Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan serta melindungi masyarakat dari kekacauan. Rasulullah SAW bersabda: “Wahai para pemuda! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih Menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

Menikah itu perlu ilmunya. Setiap kita melakukan sesuatu ibadah kita perlu bekal ilmu. Dengan ilmu, kita tahu apa saja rintangan di hadapana, bagaimana menanggulanginya. Apa kewajiban kita sebagai suami atau istri? Kalau suami marah, apa yang dilakukan istri. Kalau suami mengajak pada kebaikan, apa yang harus dilakukan oleh istri. Tidak semua kesalahan itu ada pada istri atau suami, adanya perceraian itu merupakan kesalahan keduanya. Ya, karena tidak mau menambah ilmu agama setelah menikah. Menikah dianggap end of stories. Kalau pun ada perceraian, itu takdir dari Allah SWT. Padahal perceraian itu dapat dihindari dengan jalan komunikasi dua arah….tanpa kepala panas…tanpa mengungkit-ungkit kesalahan masing-masing…tapi fokus ke depan untuk memperbaiki apa yang telah lewat. Menambal luka yang ada, meminta maaf atas semua kesalahan yang diperbuat kedua-duanya. Itu kalau ngotot mau cerai, pasti ada sebab lain lah….orang kedua, tidak sabar menghadapi pasangan, dsb..

Yang pasti, kalau perceraian terjadi juga….banyak introspeksi diri, minta ampun pada mantan pasangan kita, Allah SWT dan anak-anak…..

Anak anak…..ah….mereka mungkin yang paling terluka dalam perceraian ayah ibunya.

walaupun Ahmad dani menyangkal anak-anaknya tidak apa-apa dalam konflik ayah ibunya. We don’t know the feeling of our children only they are….

« Newer Posts