Feeds:
Posts
Comments

tanggal 9-12 mei 2011, aku mengikuti kursus kultur dan IHC di bagian faal FK UGM…tujuan ikut kursus, pertama  adalah pengen tau kultur dan IHC itu bagaimana caranya walopun sudah tau teorinya. biasanya beda ama dengan prakteknya.kedua adalah persiapan untuk melanjutkan penelitian untuk S3, dan terakhir adalah bekal untuk pulang ke instansi nanti..Mudah-mudahan bisa sendiri melakukan di laboratorium. Hari pertama, peserta kursus sekitar 30 orang…dari instansi yang berbeda, tidak semuanya dari kedokteran, ada yang dari Kedok. hewan, biotek, Batan, dan pertanian. Hal ini membuktikan bahwa ilmu itu luas sekali, kultur tidak hanya diminati oleh ilmu kedokteran.setelah berkenalan dengan beberapa orang, baru aku tau bahwa dari daun bisa tumbuh satu tanaman utuh…it’s so fascinating..dan dari bercakap-cakap dengan temen-temen yang ikut kultur, baru kusadari betapa kurang ilmuku dan pengalaman dalam lab…Hal ini membuat aku jadi punya pikiran untuk paling tidak kalau pulang ke instansi nanti, hal-hal yang sederhana bisa dilakukan sendiri di lab..contohnya adalah membuat preparat, pekerjaan sederhana tapi tidak bisa dilakukan di instansi sendiri…pernah kutanyakan dengan orang di instansiku bekerja kenapa tidak bisa dilakukan?..jawabannya adalah mikrotomnya rusak…apakah itu alasan yang tepat…bagiku sih tidak…menurutku banyak sekali keuntungan bila kita bisa bikin preparat sendiri…kita tidak bergantung dengan instansi lain untuk bikin preparat…masak tiap preparat untuk praktikum rusak, kita harus beli keluar..padahal itu bisa kita bikin sendiri…dan juga bisa menunjang dan mengembangkan penelitian di fakultas..kalo mau bikin preparat nda usah susah-susah keluar, bisa di lab sendiri…dan juga menambah pemasukan di lab dan fakultas…apalagi zaman sekarang, biomol oriented, jadi selain preparat, kita bisa melakukan IHC sendiri asal ada kitnya kan…Ya, mudah-mudahan niat baik ini bisa ditindak lanjuti….amin

to be with u…

i never know what happen later…all i know now i want to be with u and our daughters..i can’t imagine a life without u…but if our destiny…i have to accept it..willing and ikhlas…

thesis…..

wah..nda terasa dah 1 tahun lebih aku sekolah s2 di ugm…dah mau akhir semester 3…harusnya dah maju proposal thesis…ide dah ada…latar belakang dah ada…skema penelitian dah ada…tapi ternyata cara kerjanya belum dapat..bingung…makanya diriku nongkrong terus di perpus…Alhamdulillah sudah ada seberkas sinar terang menyinari diriku…mungkin aku dah bisa ngerancang cara kerja berdasarkan jurnal yang kudapatkan.mudah-mudahan semuanya lancar…kalo lancar, sekali lagi, mudah2an bisa ngelanjutin s3 di UGM…supaya nda terpisah dari suamiku…mudah-mudahan…amien….

bloker facebook

hari ini, aku bangun pagi dengan penuh semangat….walaupun tidak sempat membuatkan sarapan suami karena dia terburu-buru pergi…aku hanya sempat memberikan sarapan terang bulan yang kubuat kemaren dan secangkir teh hangat.kenapa aku semangat hari ini? karena rencananya hari ini mau body massage ma mba dewi…setelah mandiin anak-anak, makan, dan aku mandi, berdandan..dll…aku pergi ngantar anak-anak ke TPA dr Sardjito…lalu ke kampus….di kampus, gedung yang akan kudatangi adalah perpustakaan….biasanya nyari jurnal ama buka FB…pas kuketik www.facebook.com…gubrakkk….di layar monitor terdapat tulisan….woops waktu belajar….kucoba lagi, tetap seperti itu…baru aku mudeng…ternyata website FB diblokir ma admin perpus….yaah…hilang salah satu keasikan ngenet….padahal salah satu yang membuat aku sering ke warnet perpus ya…FB itu….tapi sekarang setelah tahu diblokir…kayaknya aku nda begitu sering lagi ke lt 2 perpustakaan fk ugm….ya nasib deh…..

liburan di magelang

jogja-055
foto liburan di magelang tahun 2008…liburan yang menyenangkan tapi sedihnya suamiku lagi panas…jadi tidak begitu menikmati liburan…tapi anak-anak sangat menikmati…

Malam jumat kemaren aku dan keluargaku terkena musibah…kalau dipikir-pikir sih lucu ya…tapi juga bikin hati sedih…korbannya ya suamiku…bibirnya luka kejedot dinding got…kakinya bengkak….ya, malam jumat kemaren, abis magrib, kami pergi keluar rumah…mau nyari makan malam…pergilah kami ke atas (ke arah kaliurang atas)….lagi enak-enak jalan, tiba-tiba suamiku berhenti mendadak, nda tau kenapa, kami dan sepeda motor nyungsep ke dalam selokan di pinggir jalan….kejadiannya cepat sekali….tiba-tiba kami sudah ada di dalam selokan….setelah tersadar…untung aku dan kedua anakkku nda pa pa….cuman telapak tangan kananku agak bengkak sedikit…kami dibantu oleh orang…begitu diliat-liat helm suamiku rusak, kakinya nyeri pada saat digerakkan, tapi untung masih bisa dipakai untuk bawa sepeda motor..kami pun pulang ke rumah, gak jadi nyari makan,..sampe di rumah, baru ketauan, bibir suamiku luka…telapak kaki kanannnya agak bengkak…akhirnya malam itu kami habiskan dengan tidur-tidur di muka televisi….tapi sebelumnya aku sibuk ngurusin suamiku….

Setelah kejadian itu, kami (aku dan suamiku) berpikir bagaimana kalau kejadiannya lebih parah?siapa yang kami panggil?keluarga tidak ada sini…sambil tertawa, suamiku berkata kita panggil aja Yudha, temen suami dan aku..ya kita cuman bisa mengandalkan teman apabila kita terkena musibah bila kita berada di daerah bukan daerah kita…bukan tempat tinggal kita…

ketika suami pergi ke luar kota, baru terasa betapa kita memerlukan dia….ketika suami pergi, baru terasa betapa kita merindukan dia….ya, seperti yang aku rasakan sekarang ini. Dalam bulan ini, suamiku sudah pergi keluar kota, 2 kali…ke medan dan terakhir ini, pergi ke bali. Dan tidak sebentar, sekitar 1 mingguan…kalo dihitung-hitung 2 minggu, suamiku pergi ke luar kota.Sebenarnya sih, ditinggal sama suami, itu sudah hal biasa bagiku. Karena suamiku berprofesi sebagai dokter jaga igd di suatu rumah sakit swasta, jadi ada hari-hari tertentu, dia tidak ada di rumah seharian…atau malam hari, dia tidak tidur di rumah karena kena jaga malam.Tapi ditinggal selama 2 minggu, baru sekarang ini kurasakan…susahnya suami tidak ada di rumah. Kesulitanku apabila suami tidak ada dirumah :

1. Rumah  kami (bukan rumah kami sebenarnya, cuman numpang tinggal) berada di wilayah yang susah cari taksi. Taksi ada…tapi jumlahnya sedikit. Jadi kalau mengandalkan taksi atau mau naik taksi, 1 jam nunggu, gak ada yang lewat. Alternatif lainnya adalah naik ojek. Tau kan sekarang BBM naik, jadi ongkos ojek juga mahal…ke pal 6 aja, menghabiskan uang rp. 15.000,00…gimana kalau bolak-balik pal 6 ke pekauman..bisa tekor….trus celakanya aku  takut pake sepeda motor, padahal sepeda motor suamiku ngganggur, ndak kepake…Namun untungnya, aku punya mertua yang baik. Mertuaku yang laki-laki mau aja nganterin aku ke pal 6, klinik pelabuhan…tapi kan kalo keseringan, ada rasa ndak enak..Solusinya : AKU HARUS BERANI PAKE SEPEDA MOTOR

2. Aku punya anak 2 orang, perempuan semua. Kalo sakit, aku yang repot…Dan sekarang pas babahnya pergi, dua-duanya sakit batuk pilek..Nda pa-pa sih, aku bisa ngobatin sendiri…tapi kan kalau ada orang untuk sharing, akan lebih ringan……

3. Kangen itu akan timbul….makanya aku dan suami memanfaatkan fasilitas gratis dari XL dari jam 24.00 – 06.00 pagi,,,tapi neleponnya pas subuh jadi sekaligus membangunkan suamiku untuk sholat subuh….

Ya, begitulah kesulitan yang kurasakan bila suamiku pergi ke luar kota. Agak manja ya…tapi sebenarnya aku bukan tipe orang manja, malah bisa dibilang aku mandiri…

Cita-cita terpendam

Aku pernah baca buku chicken soup for the soul (kalo nda salah), ada cerita seorang ibu ditanya sama anaknya apa cita-cita sang ibu?.Ibu itu berpikir dia sudah menjadi ibu, cita-citanya sudah terkabulkan. Dan dia bingung menjawab pertanyaan anaknya. Hal itu membuat aku berpikir atau semua orang yang membaca cerita ibu bahwa walaupun kita sudah berhasil mencapai cita-cita yang kita inginkan, masih ada cita-cita lain yang harus kita capai. Contohnya aku sudah dapat titel dokter, harusnya aku bercita-cita menjadi dokter spesialis, tidak stagnan cuman jadi dokter umum saja. Kalau kita sudah jadi dokter spesialis, kita bercita-cita yang lain….sah-sah aja akan…

Wajar bagi manusia untuk berpikiran seperti itu  karena manusia diciptakan

Allah sebagai manusia yang  tidak puas…kalau aku ditanya cita-citaku? Aku ingin menjadi penulis….penulis semuanya…..cerpen, novel….tapi masih di awang-awang…masih bingung topik apa yang ingin kugali, kuceritakan….

cerita pendek

aku tak pernah tahu apa yang kuinginkan dalam hidup ini.....semua berjalan seperti air...jadi waktu aku lulus sarjana, dan bertemu dengan calon suamiku yang dikenalkan oleh orang tuaku. aku tidak menolak...karena aku tidak punya pilihan lain, untuk cari amannya, iyakan apa kehendak orang tua...bukankah orang tua tahu yang terbaik untuk anaknya...Dengan keyakinan itu, aku menerima pinangan laki-laki yang tidak kukenal sama sekali. Aku hanya tahu dia anak teman abahku, kerjaan swasta sebagai pedagang. Waktu bertemu pertama kali, dia cuman diam saja...tak banyak bertanya apa-apa....dan seingatku, dia seperti terpaksa berada dirumahku...sepertinya pikirannya ada di dunia lain.
Pada saat itu, aku pikir dia tipe pemalu...dan apabila menikah nanti, sifat itu pasti akan berubah. aku ini wanita yang suka bicara, kata orang cerewet....Bukankah sifat isteri atau suami akan tertular satu sama lain....♥

S2 continued….

Alhamdullilah…ada setitik sinar terang….entah ada malaikat apa yang membisiki bosku…akhirnya dia menandatangani surat izin studi S2…tapi (ada tapinya) bosku minta fakultas menyediakan staf baru di Biologi..Hari ini aku menghadap pak dekan…so far so good..beliau mau menandatangani surat rekomendasi….tapi aku harus menghadap PDI dulu baru di acc…..aduh, mudah-mudahan niat baik ini dilancarkan oleh ALLAH SWT….aku jadi ingat ada ayat Al-qur’an yang menyatakan walaupun banyak orang yang menghalangi pekerjaan kita, tapi semua itu tidak bisa terlaksana apabil ALLAH SWT tidak mengijinkan…jadi sekarang, aku cuman bisa pasrah…pasrah….yang penting aku dah berusaha…ya kan….semuanya di tangan ALLAH…..

Continue Reading »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.